Tips Manajemen Keuangan untuk Keluarga Muda
Setelah meninggalkan masa lajang maka keuangan merupakan masalah krusial dalam keluarga. Hal ini dikarenakan pemasukan dan pengeluaran tidak hanya berasal dari satu orang dan tujuan keuangan pasangan tentu berbeda setelah menikah. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen keuangan yang akan membantu pengelolaan keuangan untuk keluarga muda yang tepat tanpa harus terlilit utang dan cicilan karena kebutuhan hidup.
Berikut adalah cara manajemen keuangan untuk keluarga muda diantaranya:
• Menjalin komunikasi dengan pasangan karena uang merupakan hal yang cukup sensitif untuk dibicarakan, perbedaan dalam memahami masalah finansial akan membuat perdebatan dalam komunikasi sebaiknya sejak berpacaran sudah mengambil kesepakatan untuk menentukan bendahara keuangan dan orang yang bertanggungjawab dalam membayar cicilan.
• Mulai menyusun anggaran dan belanja setiap bulannya dengan mengisi sumber pendapatan dan perkiraan pengeluaran dan kebutuhan hidup setelah menikah akan meningkat dan sebaiknya mengalokasikan dana jika memiliki utang dan selektif dalam berbelanja supaya keuangan tetap stabil.
• Sebaiknya menyiapkan dana darurat yang dibutuhkan untuk kejadian tidak terduga, biasanya dana darurat memiliki besaran 6 kali dari pengeluaran setiap bulannya, dana ini dibedakan dari dana belanja secara konsisten akan membantu masalah keuangan di masa depan.
Selain itu dalam mengatur masalah keuangan maka siapkan perlindungan seperti asuransi. Asuransi akan memberikan perlindungan untuk tertanggung sebagai sumber penghasil keuangan utama dalam keluarga dan ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka istri masih dapat melakukan kegiatan seperti biasa karena adanya uang pertanggungan. Selain proteksi maka tidak ada salahnya untuk menabung da juga investasi, untuk investasi sebaiknya memiliki jenis instrumen dengan keuntungan lebih daripada inflasi seperti emas, saham, obligasi dan reksadana.
Jika ingin melakukan evaluasi keuangan keluarga maka lakukan pengecekan kembali pos pengeluaran apakah sudah sesuai atau belum. Lalu identifikasi rencana keuangan yang tidak sempat tercapai karena adanya pengeluaran berlebihan. Selain itu tentukan target pelunasan utang sudah sesuai dengan waktu dan hitung dana darurat yang sudah tersimpan dan jika sudah konsisten tidak ada salahnya menambah jumlah dana darurat yang akan disimpan dan perhatikan bagaimana hasil pengembangan dana dari investasi dan tabungan.