Cara Mengelola Keuangan Keluarga dengan Benar
Alasan pentingnya merencanakan keuangan sejak berkeluarga adalah merubah cara mengatur keuangan contohnya seseorang sering berfoya-foya dan menghabiskan cukup besar setiap harinya maka untuk pengelolaan yang lebih baik dengan mengakumulasi aset selama usia produktif. Adanya inflasi sehingga menyebabkan harga barang mengalami peningkatan dan membuat keuangan dapat terguncang bila tidak menyisihkan penghasilan 10% untuk jangka panjang. Setelah menikah dan memiliki keluarga maka dibutuhkan kemandirian finansial dan demografi yaitu ketika menikah pada usia matang maka perlu mempersiapkan dana pensiun. Selain itu pengelolaan keuangan berpengaruh dengan gaya hidup, gaya hidup yang seimbang dengan penghasilan akan membuat pasangan akan lebih mengurangi perjalanan diluar rumah.
Selain itu alasan pentingnya mengelola keuangan sejak dini adalah adanya resiko. Resiko ini selalu muncul dalam hidup tanpa diduga-duga akan datang dan mengganggu finansial dalam sekejap. Hal ini juga akan mempengaruhi resiko terhadap ekonomi dan aset kendaraan atau aset properti yang dimiliki. Pentingnya mengelola keuangan juga dikarenakan siklus hidup yang berbeda setelah menikah mulai membeli barang-barang primer dan sekunder serta menentukan tujuan keuangan yang berbeda dengan ketika masih single pengelolaan keuangan masih didasarkan pada keinginan. Pengelolaan keuangan juga didukung dengan teknologi yang memudahkan seseorang dalam melakukan transaksi dan jika tidak segera diatasi maka uang akan habis.
Berikut adalah cara mengelola keuangan keluarga diantaranya:
• Jangan pernah lupa untuk menghitung seluruh pendapatan bulanan antara suami dan istri termasuk jika memiliki usaha sampingan.
• Siapkan rencana belanja bulanan dari bulan sebelumnya dengan menyusun sesuai dengan kebutuhan utama dan lalu menganggarkan kebutuhan sekunder dan mendaftarkan semuanya sesuai prioritas.
Selain itu perlu membuat rumus anggaran yang akan mengatur pos pengeluaran. Prinsip yang digunakan dalam manajemen finansial adalah 50-30-10-10 dengan menggunakan 50% dari seluruh pemasukan dan 30% digunakan untuk pembayaran cicilan. Sisa 10% masing-masing digunakan untuk tabungan dan dana sosial. Setelah sebulan pengeluaran maka lakukan evaluasi dan bandingkan pengeluaran bulan sebelumnya, perhatikan bila terdapat peningkatan atau pengurangan pengeluaran dan jika meningkat maka perlu memangkas beberapa pengeluaran besar untuk bulan selanjutnya.