Tipe-Tipe Keuangan Keluarga yang Diterapkan di Indonesia
Masyarakat Indonesia memiliki nilai-nilai, budaya, dan agama yang kemudian mengilhami munculnya kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di dalamnya adalah cara mengatur keuangan dalam keluarga. Tradisi, budaya hingga agama dapat menjadi salah satu dasar sebuah keluarga menerapkan prinsip-prinsip dalam keuangan. Selain faktor konvensional tersebut ada juga faktor lain yang mempengaruhi prinsip keuangan seperti wawasan, gaya hidup dan tujuan atau goal sebuah keluarga di masa depan. Dari beberapa dasar tersebut, ada tipe-tipe keuangan keluarga yang diterapkan di Indonesian, yaitu:
- Penghasilan suami adalah penghasilan keluarga.
Tipe ini menganut dasar bahwa sumber penghasilan dari suami adalah sumber penghasilan untuk keluarga yang digunakan untuk berbagai kebutuhan bersama. Sedangkan penghasilan dari istri adalah hak istri sepenuhnya yang bisa dipakai untuk apapun sesuai dengan kehendak istri. Tipe ini banyak dipakai khususnya jika istri belum memiliki penghasilan yang besar dan penghasilan suami sudah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga.
- Penghasilan keluarga adalah penghasilan suami dan istri.
Tipe ini banyak dipakai saat penghasilan suami dan istri tidak berbeda jauh. Kebutuhan keluarga akan menjadi semakin besar sesuai dengan pendapatan dimana sumber pengeluaran diperoleh dari penghasilan suami dan istri.
- Penghasilan istri dipakai sebagai tabungan bersama.
Tipe ini menggunakan penghasilan suami untuk semua kebutuhan rumah tangga, sedangkan penghasilan istri dipakai sebagai tabungan yang nantinya juga diperuntukkan untuk kebutuhan keluarga.
- Kebutuhan suami sebagian diberikan pada orang tua.
Tipe ini juga dipraktekkan bagi suami yang masih memiliki orang tua yang sudah tidak berpenghasilan. Penghasilan suami sebagian digunakan untuk membiayai orang tua, sedangkan penghasilan keluarga diambil dari sisanya dan ditambah penghasilan istri.
Tipe keuangan mana yang digunakan oleh keluarga Anda? Apapun tipe yang digunakan, komunikasi dan kesepakatan antara suami dan istri adalah kunci yang tidak boleh dilupakan. Sebaiknya semua pengeluaran khususnya pengeluaran besar dikomunikasikan sehingga baik suami ataupun istri mengetahui posisi keuangan keluarga saat tersebut. Pemilihan tipe keuangan juga disesuaikan dengan jumlah penghasilan dan kebutuhan keluarga agar tujuan keluarga jangka panjang dapat terpenuhi.